BN

DPRD SUMUT SIDAK KE PLN KITSU SICANANG
Menejemen PLN Perlu Dirombak

Selasa, 9 Februari 2010 | 11:25:44
MEDAN - DPRD Sumut mengaku prihatin atas kondisi PLN Pembangkitan Sumut (Kitsu) di Sicanang, Belawan, sehingga sulit mengharapkan Sumut bisa terbebas dari pemadaman listrik.

“Kita minta manejemen PLN di pusat dirombak, agar seluruh permasalahan kelistrikan dapat kita benahi bertahap di Sumut,” kata Ketua Komisi D DPRD Sumut, H Ajib Shah kepada pers, usai bersama rombongan inspeksi mendadak di PLN Kitsu, Sicanang, Belawan, Senin (8/2).

Sidak ini dilakukan untuk merespon keresahan yang dialami warga terkait pemadaman listrik yang hingga kini belum mampu diatasi, meski Sumut sudah menambah daya dari pembangunan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuhan Angin, Tapanuli Tengah.

Hadir dalam sidak itu, para anggota komisi Mustofawiyah, Tunggul Siagiaan, Tones Sianturi, Jamaludin Hasibuan, Iman B Nasution, Yusuf Siregar, Andy Arba, Restu Kurniawan, Hasan Maturudi dan Biller Pasaribu.

Menurut Ajib, PLN Kitsu yang kerap disorot karena menjadi pusat pendistribusian arus listrik di Sumut dan Aeh, tidak dapat berbuat apa-apa, karena selain kondisi pembangkitan yang tidak sepenuhnya sehat, juga sebagian suku cadangnya harus ditender di pusat.

“Untuk spare-part, PLN Kitsu harus menunggu dari pusat, padahal suku cadang itu amat dibutuhkan,” katanya.

Deput Manajer Komunikasi dan Hukum Marojohan Batubara yang mendampingi Komisi D menjelaskan, pemadaman aliran listrik tidak dapat terelakkan karena adanya suplai dan demand.

“Saat ini, jam operasi PLN Kitsu meledak dari 100.000 menjadi 130.000 jam, sehingga ada kelebihan 30.000 jam. Ini menyebabkan kondisi material mesin mengalami gangguan, seperti penuaian dan vibrasi,” kata Marojohan didampingi Staf Humas PLN Kitsu, M Abrar Ali.

Imbangi Suplai

Saat ini, PLN Kitsu sudah diback-up oleh dua block I dan II, dengan kekuatan masing-masing 460 MW dan 420 Mw ditambah daya dari PLTU Labuhan Angin sebesar 4x65 MW. “Kita berharap, back up ini plus empat pemikul beban daya bisa mengimbangi suplai dan demand saat ini yang cenderung meningkat,” kata Marojohan.

Namun dia tidak dapat berbuat apa-apa jika beban puncak kembali terjadi dengan kapasitas terpasang yang ada. “Kita kembali lagi seperti semula, akan ada pemadaman. Pemadaman dilakukan bukan disengaja, tetapi memberi ruang bagi mesin untuk “istirahat” dan dioverhaul,” katanya.

Jika suplai dan demand tidak seimbang, maka seperti penyakit lama, beberapa spare-part kembali mengalami gangguan. “Kita tidak bisa paksa mesin bergerak melampaui jam operasi karena itu bisa mengganggu keseluruhan sistem,” pungkasnya.(er)





Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*:
Email Anda*:
Website Anda:
Komentar Anda*:
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.
 
 

klickebrita @ all right reserved (2010) design by mimient van that