|
|
Arah Politik Mulai Terang, Rupiah Terangkat
Kamis, 4 Maret 2010 | 06:10:35 Jakarta – Koreksi tipis indeks saham tidak berimbas negatif di pasar uang. Kepastian kondisi politik terkait Paripurna Pansus Century menjadi katalis positif yang mengangkat rupiah. Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (3/3) ditutup menguat 10 poin (0,107%) menjadi 9.275/9.280, ketimbang level kemarin di 9.285/9.290. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB rupiah ditransaksikan menguat 12,5 poin (0,134%) menjadi 9.280 per dolar AS.
Ricardo Simatupang, analis valas dari Bank Panin menengarai, penguatan rupiah hari ini dipicu sambutan positif pasar atas Sidang Paripurna yang mengagendakan rekomendasi akhir DPR terkait skandal Bank Century. “Bagi pasar, hal ini menandakan akan ada kejelasan arah politik dalam negeri dengan segera,” ujarnya kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (3/3).
Karena itu, rupiah menguat ke level 9.275/9.280 dan mencapai level terkuatnya di angka 9.260 dan terlemahnya di angka 9.298. Meski bila dibandingkan pembukaan tadi pagi, di level 9.260/9.270, penutupan rupiah hari melemah. “Tapi sepanjang perdagangan rupiah stabil di level 9.280/9.290,” katanya.
Rico menegaskan, pasar saat ini lebih fokus pada sentimen domestik Paripurna Pansus DPR, sehingga pergerakan rupiah tidak paralel dengan mata uang utama. Alhasil, saat mata uang utama menguat, rupiah justru melemah. “Tapi, pada saat mata uang utama melemah, rupiah justru menguat,” ujarnya.
Di sisi lain, penguatan rupiah juga dipicu sikap pelaku pasar, terutama asing yang saat ini cukup selektif terhadap isu domestik. Hal ini menyebabkan indeks saham hari ini terkoreksi, meski tidak signifikan. Artinya, ketahanan ekonomi Indonesia cukup positif. “Ini pun cukup bagus bagi rupiah,” paparnya.
Lebih jauh Ricardo mengatakan, meski sempat melemah, rupiah berhasil ditutup menguat. Pasar meyakini, pimpinan politik belum akan melakukan langkah-langkah yang terlalu kontroversial. Kalaupun politik tergoyang, tetap tidak akan ada perubahan kepemimpinan. Termasuk tidak akan ada pemakzulan Boediono dan pencopotan Sri Mulyani.
Hal ini tampak dari investor asing yang saat ini masuk ke pasar. Memang, harga SUN turun, tapi pelemahannya lebih kecil dari ekspektasi. “Sebab, sejak memanasnya Pansus pekan lalu, SUN maupun obligasi Dolar AS seharusnya sudah mulai turun sejak itu,” timpalnya.
Nilai tukar rupiah sore ini terpantau ditransaksikan pada level 8.383 terhadap dolar Australia, di posisi 12.654 tehadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro), dan di angka 6.616 terhadap dolar Singapura. Sementara itu, mata uang kawasan mendominasi penguatan terhadap dolar AS.
Satu-satunya mata uang yang melemah adalah dolar Hong Kong 0,01% menjadi 7.763 per dolar AS. Selebihnya, mata uang kawasan menguat. Yen Jepang naik 0,14% menjadi 88.724, dolar Australia terangkat 0,08% ke level 0.902, dolar New Zealand terapresiasi 0,37% ke angka 0.693, dolar Singapura terdongkrak 0,12% ke posisi 1.401, dan dolar Taiwan menanjak 0,17% terhadap dolar AS menjadi 31.977.
Begitu juga dengan won Korsel yang menguat 0,54% ke level 1.146, peso Filipina bangkit 0,15% ke angka 46.015, rupee India siuman 0,28% ke posisi 45.876, yuan China menggeliat 0,01% menjadi 6.825, ringgit Malaysia terkerek naik 0,39% ke level 3.371, dan baht Thailand mendaki 0,07% ke angka 32.695 per dolar AS. [ast/mdr]
|
|
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca. Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar. |
|
|
|
| |
22:23 22:18 22:11 22:07 22:04 21:58 21:56 21:54 21:42 21:35 09:54 20:20 20:18 20:16 20:13 22:22 22:18 22:13 22:08 22:05
|
|
|

|
|
|