Masukkan istilah pencarian Anda
BN
Google
Kirim formulir pencarian
Home
Politik
Korupsi
Nasional
Internasional
Ekonomi
Showbiz
Olahraga
Kota
Tekcno
Pendidikan
Supranatural
Redaksi
Bunda Tiara Lestari Bawa Ilmu Pengobatan Dari Thailand
Senin, 17 Mei 2010 | 21:27:17
Namanya Tiara Lestari beru Karo-karo yang akrab disapa Bunda Tiara.
Dengan pengetahuan pengobatan yang dibawanya dari Thailand, ia ingin membantu orang-orang yang mengalami problem seks.
Tiara Lestari beru Karo-karo sebenarnya baru berusia di bawah 40 tahun dan baru punya anak satu. Namun karena keberhasilannya membantu sejumlah orang yang ia kenal dalam persoalan urusan seks sepulang dari Thailand , panggilan Bunda dan sebutan paranormal sangat cepat melekat padanya.
“Terus terang risih rasanya dipanggil Bunda dan disebut paranormal. Tapi karena mungkin itu penghormatan orang, ya kita pun berbaik sangka. Yang penting niat baik kita tidak boleh berubah karena panggilan dan sebutan,” ucap Bunda Tiara saat disambangi di tempat prakteknya Jalan SM Raja Gang Keluarga no 4 belakang Hotel Ibunda Medan.
Lebih jauh Bunda berkisah, karena ingin menggali pengalaman sekaligus penghasilan, beberapa waktu lalu ia merantau dari mulai Singapura , Thailand , China hingga ke Hongkong dan beberapa negara lain.
Di negara jiran Thailand, aku Bunda, dirinya sempat berguru meramu obat-obatan tradisional dan kemudian massage ala Thailand, hingga akhirnya pengetahuan gurah vagina.
Setelah sampai di tanah air ia pun ‘ditambat’ keluarganya dengan ‘tali perkawinan’, supaya tidak lagi melalak ke luar negeri.
“Padahal saya mau kembali ke Thailand dan China untuk memperdalam pengetahuan pengobatan. Tapi itulah keinginan keluarga, karena menurut mereka wanita tidak boleh jauh dari lingkungan keluarga,” ungkap pemilik handphone 0852 7546 2133 ini.
Untuk membantu pengasilan suami, lanjut Bunda Tiara , ia pun mulai menjadi pemijat. Dan ketika profesi itu dilakukan, ada beberapa pasien utamanya wanita yang mengeluhkan problem seks. Hingga akhirnya pengetahuan yang dibawanya dari Thailand itu pun diaplikasikan.
Promosi MLM
Keberhasilan menanggani problem seks wanita membuat Bunda Tiara mulai dikenal luas. Itu tidak lain, ucapnya, karena pasiennya tanpa diminta melakukan promosi dari Mulut Lewat Mulut (MLM), atau dalam istilah lain promosi berantai.
Maka akhirnya Bunda Tiara pun membuka tempat praktek pijat sekaligus tempat pengobatan. Diantaranya terapi kejantanan dan gurah vagina.
Terapi kejantanan, terangnya, dilakukan hanya dua kali dengan waktu sekali terapi antara 20 hingga 25 menit. Maharnya hanya Rp 300 ribu.
“Pada terapi yang kedua akan kita bekali ramuan kejantanan dengan gratis,” tambahnya.
Begitu juga untuk gurah vagina. Supaya optimal dilakukan dua kali, dengan waktu dan mahar yang sama. Pada gurah kedua, juga akan dibekali ramuan berbentuk jamu secara gratis.
Selain itu, Bunda Tiara pun mempersiapkan benda-benda susuk untuk misalnya pelaris dan pemikat. Ini juga karena adanya permintaan pasien.(red)
Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*
:
Email Anda*
:
Website Anda
:
Komentar Anda*
:
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.
22:23
12 TKI di Saudi Terancam Hukuman Mati
22:18
Amien Jagokan Hatta Capres 2014
22:11
Pers Mendukung Pertumbuhan Ekonomi
22:07
PT. PLN Dumai Buka Kran Penyambungan ...
22:04
Aspamigas Himbau Pemerintah Kota Dumai...
21:58
Dir CRM Telkom serahkan bantuan kepada...
21:56
Ketua DPRDSU Gelar Buka Puasa
21:54
H Efdi Boy Nasution SH: Saptam Bank...
21:42
Mahasiswa HPP Saf Gelar Pasar Murah
21:35
Walau Kota Termuda Subulussalam Mampu...
09:54
Lurah Siti Rejo III Terkesan Lindungi...
20:20
Komisi B DPRD Sumut Ke DPR RI
20:18
Kel Sidorejo Hilir Kecamatan Medan...
20:16
Janji Pemko Medan : Jalan Rusak Akan...
20:13
Wakil Ketua DPRD Kota Medan : Sampah...
22:22
Bank CIMB Niaga Cabang Aksara Di Rampok
22:18
Parat Paripurna Reses DPRD Sumut :...
22:13
DPRD Sumut Desak Pemko Bangun Panti...
22:08
Polsek Suggal Razia Petasan
22:05
Iventaris Aset Pemko Medan Baru 60...
klickebrita @ all right reserved (2010) design by mimient van that