Masukkan istilah pencarian Anda
BN
Google
Kirim formulir pencarian
Home
Politik
Korupsi
Nasional
Internasional
Ekonomi
Showbiz
Olahraga
Kota
Tekcno
Pendidikan
Supranatural
Redaksi
Daya Empati Semakin Tajam Setelah Mandi Seribu Bunga
Senin, 24 Mei 2010 | 20:45:55
DAYA empati merupakan kemampuan menyelami perasaan orang lain. Daya yang ada pada diri setiap manusia ini akan terasa semakin tajam setelah mandi seribu bunga.
Setiap manusia menurut Paranormal Abah Rahman memiliki kemampuan menyelami perasaan orang lain yang disebut dengan daya empati. Dalam keadaan stabil, daya empati dapat menyatu dengan daya simpati untuk melahirkan perbuatan diantaranya bersedekah, menolong, memujuk atau turut merasakan apa yang dirasakan orang yang menjadi sasaran daya empatinya.
Sisi lain, daya empati juga dapat menyatu dengan daya imajinasi, sehingga lahirlah apa yang disebut dengan karya, karsa dan cipta.
Namun, kata Paranomal yang membuka praktek di Jalan Laksana Gang Kadi no 25 belakang Indomaret Medan ini, daya empati akan tumpul perlahan dan bahkan mungkin seketika, jika faktor-faktor yang memiliki kemampuan mempengaruhinya datang sendiri, diundang atau didatangkan orang lain.
Faktor dimaksud diantaranya ketidakpercayaan yang lahir dari pengalaman buruk yang berulang-ulang. Juga karena mendominasinya energi negatif didalam tubuh disebabkan memiliki tuntutan atau perewangan namun tidak diurus atau salah urus, terkena dampak puaka, bathin ‘disandra’ orang lain dan beberapa faktor tertentu lainnya.
Nah, jika yang menumpulkan daya empati dan daya-daya lainnya itu energi negatif, biasanya akan terjadi kesialan-kesialan yang lazim disebut sial badan atau sengkola” terang paranormal muda pemilik handphone nomor 0813 7630 6023 ini.
Mandi Seribu Bunga
Maka bagi yang meyakini, lanjutnya, upaya yang mesti dilakukan untuk membuang sengkolo atau sial badan adalah dengan cara ruwatan yang diisitilahkan dengan mandi seribu bunga.
Proses mandi bunga hanya setengah jam, dari mulai mengindentifikasi bentuk sial apa saja yang melekat di tubuh pasien, seterusnya memandikan pasien dengan ramuan minyak plus sejumlah jenis bunga, hingga mengaktifkan aura tubuh sang pasien. Dan untuk kepentingan ini pasien hanya mengeluarkan kocek sebesar Rp 300 ribu saja.
“Bagi pasien pria akan dimandikan staf kita yang pria, begitu juga wanita akan dimandikan oleh staf kita yang wanita,” tegasnya.
Semakin Tajam
Setelah mandi bunga, terang Abah Rahman lagi, semua daya yang ada di dalam tubuh termasuk daya empati tidak hanya menjadi aktif, akan tetapiu lebih tajam.
“Karena segala pengaruh yang menjadi perusak semua daya yang ada didalam tubuh dikikis habis oleh energi supranatural yang ada pada ramuan bunga yang dimandikan,” ungkapnya.
Dengan demikian, mereka yang telah menjalani prosesi mandi seribu bunga akan lebih mampu menyelami perasaan orang lain. Bahkan bagi yang berezeki, daya empatinya dapat pula berfungsi sebagai pendeteksi kejujuran seseorang. (red)
Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*
:
Email Anda*
:
Website Anda
:
Komentar Anda*
:
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.
22:23
12 TKI di Saudi Terancam Hukuman Mati
22:18
Amien Jagokan Hatta Capres 2014
22:11
Pers Mendukung Pertumbuhan Ekonomi
22:07
PT. PLN Dumai Buka Kran Penyambungan ...
22:04
Aspamigas Himbau Pemerintah Kota Dumai...
21:58
Dir CRM Telkom serahkan bantuan kepada...
21:56
Ketua DPRDSU Gelar Buka Puasa
21:54
H Efdi Boy Nasution SH: Saptam Bank...
21:42
Mahasiswa HPP Saf Gelar Pasar Murah
21:35
Walau Kota Termuda Subulussalam Mampu...
09:54
Lurah Siti Rejo III Terkesan Lindungi...
20:20
Komisi B DPRD Sumut Ke DPR RI
20:18
Kel Sidorejo Hilir Kecamatan Medan...
20:16
Janji Pemko Medan : Jalan Rusak Akan...
20:13
Wakil Ketua DPRD Kota Medan : Sampah...
22:22
Bank CIMB Niaga Cabang Aksara Di Rampok
22:18
Parat Paripurna Reses DPRD Sumut :...
22:13
DPRD Sumut Desak Pemko Bangun Panti...
22:08
Polsek Suggal Razia Petasan
22:05
Iventaris Aset Pemko Medan Baru 60...
klickebrita @ all right reserved (2010) design by mimient van that