::. KLIK BERITA | ....:
DINAS BINA MARGA TERIMA 10 UNIT ALAT BERAT DARI PEMKO MEDAN    TURUT BERDUKA CITA ATAS MENINGGALNYA MERTUA DARI BALA S. PIMPINAN UMUM SURAT KABAR WARTA SUMUT    KAKANIM KLAS I POLONIA ABDUL RACHMAN SH MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BHAKTI IMIGRASI KE 60    WWW.KLICKBERITA.COM MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BHAKTI IMIGRASI KE 60    BELANJA IKLAN DUNIA DI 2010 BAKAL MERAYAP NAIK    BALI ANUGRAHI GUS DUR MAHENDRATTA AWARD 2010    WARGA MEDAN YANG KEBERATAN KTP-NYA DIGUNAKAN UNTUK BALON WALIKOTA MEDAN DAPAT MENGGUGAT SECARA HUKUM    PENYIMPANGAN DAK DI DEPDIKNAS MENCAPAI 2,2 TRILYUN    KOTA TANGERANG TERUS LANJUTKAN PROGRAM PEMBUATAN KTP KELILING    SEJAK TAHUN 1978 COCA-COLA MENJADI SPONSOR RESMI FIF WORLD CUP    COCA-COLA DUKUNG FIFA WORLD CUP 2010    FOTOGRAFER MEDAN PAMERKAN DANAU TOBA    INDIA BUKA SEKOLAH DESAIN MOBIL    DIRLANTS POLDA SUMUT MENGELAR ROAD SAFETY BECAK BERMOTOR    KWIEK KIAN GIE , ELIT TAK BISA BOHONGI SEMUA RAKYAT    ANGGODO PENUHI PANGGILAN KPK    WULAN GURITNO HAMIL 3 BULAN    PILKADA KOTA MEDAN, JALUR INDEPENDEN : RUDOLF - AFIFUDDIN , RAJAMIN - ADI MUNASIP    DITLANTAS POLDA SUMUT GELAR PANGGUNG HIBURAN, SELESAI OPERASI TOBA 2009    JUVENTUS PUNYA SITUS BERBAHASA INONESIA    DI CINA SELAMA 2009, RIBUAN PENJAHAT PORNOGRAFI INTERNET DIBEKUK    KUBU YENNY RESMIKAN PKB GUS DUR DIMUKTAMAR MARET    CRIS JHON AKAN LAWAN PETINJU AS DI BALI    AMIEN RAIS AKAN ZIARAH KE MAKAM GUS DUR    BELA SUNGKAWA UNTUK GUS DUR MENGALIR DI FACE BOOK    GUS DUR DIUSULKAN MENJADI PAHLAWAN NASIONAL    SELAMAT DATANG DI PORTAL KLICKBERITA.COM   
DIKJAR LANGKAT BUAT ANGGARAN TUMPANG TINDIH

Sabtu, 21 November 2009 | 13:28:38
Langkat - Upaya oknum-oknum di Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Langkat untuk mencuri uang negara kelihatannya dilakukan dengan segala cara. Mulai dari menyunat insentif guru honor, memotong anggaran ATK sekolah, memerintahkan para Kasek SD untuk menyisihkan 40 % anggaran DAK pendidikan sampai dengan membuat tumpang tindih anggaran rehab sekolah.

Berdasarkan hasil bedah anggaran yang di lakukan oleh Tim Investigasi Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumatera Utara terhadap penjabaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Langkat Tahun Anggaran (TA) 2009 untuk SKPD Dinas Dikjar Langkat, ditemukan alokasi anggaran yang tumpang tindih pada pos belanja barang dan jasa.
“Pada lampiran Peraturan Kepala Daerah nomor 11 tahun 2009 bertanggal 31 Maret 2009 dan ditandatangani oleh Bupati Langkat Ngogesa Sitepu, kode rekening 1.01.1.01.01.16 uraian belanja barang dan jasa, dialokasikan anggaran sebesar Rp. 280 juta untuk rehab berat SDN 056630 Lubuk Jaya Kecamatan Tanjung Pura. Namun pada kode rekening 1.01.1.01.01.16.41.003, uraian Rehabilitasi sedang/berat bangunan sekolah, Dinas Dikjar Langkat kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 100 juta untuk rehab berat sekolah yang sama” jelas Koordinator K-SEMAR Sumut, Togar Lubis, pada wartawan Sabtu (21/11) di Stabat.

Aktivis penggiat anti korupsi ini juga meyakini bahwa tumpang tindih anggaran tersebut adalah disengaja bukan semata-mata factor kesalahan. Alasannya, pengalokasian anggaran yang mempergunakan uang negara menempuh sejumlah tahapan dan dibahas bersama oleh panitia anggaran eksekutif sebelum diajukan ke pihak legislative. Namun, Togar Lubis tidak menampik, hal tersebut bisa terjadi disebabkan kurang jelinya panitia anggaran legislative.

“Sejak tahun 2003 s/d awal tahun 2009 banyak pihak yang meragukan temuan kita tentang dugaan korupsi yang terjadi di Pemkab. Langkat khususnya di Dinas pendidikan. Namun public mulai percaya, setelah BPK RI melakukan audit investigative pada Maret 2009 dan ditemukan dugaan korupsi sekurang-kurangnya Rp.102,7 milyar yang saat ini perkaranya sedang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Demikian juga dengan kasus korupsi yang terjadi di Dinas Dikjar Langkat. Publik terperangah setelah kasus korupsi tersebut masuk keranah hukum dan mantan Kadis Dikjar divonis pengadilan 4 tahun penjara karena melakukan korupsi anggaran DAK dan DAU tahun 2007” ujar Togar Lubis.

Togar Lubis juga menjelaskan, bahwa apa yang dilakukan pihaknya mengkritisi berbagai hal yang terjadi di Dikjar Langkat adalah upaya untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi yang jelas akan merugikan rakyat Langkat. Sebab pada prinsipinya, kata Togar, mencegah lebih baik daripada mengobati.

Kasek SDN 056630 Lubuk Jaya Kecamatan Tanjung Pura, Ramlan, ketika dikonfirmasi via seluler, mengaku tidak mengetahui perihal tumpang tindih anggaran rehab di sekolahnya. “Saya sama sekali tidak tau, sebab informasi yang disampaikan pada saya adalah bahwa sekolah saya tahun ini menerima anggararan rehab berat sekolah bersumber dari DAK Rp. 280 juta” katanya dengan nada bingung.(Lukman T)




Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*:
Email Anda*:
Website Anda:
Komentar Anda*:
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.