BN

AKIBAT TROUBLE KELISTRIKAN RSU Dr PIRNGADI MEDAN
4 Pasien Meninggal Dunia

Selasa, 9 Februari 2010 | 10:59:53
MEDAN - Akibat terjadinya Konslet ketika pergantian listrik PLN ke mesin genset yang mengakibatkan meteran terbakar dan padamnya listrik di RSU Dr Pirngadi Medan, Senin (8/2) sekira pukul 09.30 wib, 4 pasien yang dirawat di masing-masing ruangan meninggal dunia.

Menurut pantauan Clik Berita .Com di RSU milik Pemko Medan ini, Pasien-pasien yang tewas tersebut antara lain, OM Pangaribuan (83) warga Jalan Pon 3 No 8 Medan Kota dengan diagnosa kanker paru, Very Capri (19) diagnosa koma karena benturan kepala sudah parah, Herbet Lumban Tobing (73) diagnosa penyakit jantung dan bayi Duriati (3 hari) diagnosa aspiksia.

Namun diantara 4 pasien yang meninggal dunia ini, Plh Direktur Utama (Dirut) RSU DR Pirngadi Medan, dr Dewi Fauzyah Syahnan SpTHT mengatakan, pasien yang bernama Herbert Lumban Tobing sudah meninggal sebelum pemadaman listrik tersebut. “Ketika dia exit pukul 08.30 Wib dan ketika mau dibawa turun ke lantai bawah, listrik padam sehingga lift tidak dapat dipergunakan,” jelas Dewi, Senin (8/2) di ruang rapat I.

Untuk OM Pangaribuan, ketika dia masuk kondisinya sudah masuk pada stadium 4 dan sudah dalam keadaan kritis. “Pasien ini dirujuk ke rumahsakit ini sejak Jumat lalu dari RS Elisabeth dan saat listrik padam, dr Tumbur memberikan tindakan medis dengan memberikan alat Bantu respirator dan dia saat itu sedang dirawat di Ruang ICU,” sebutnya menjelaskan.

Pasien Very Capri, meninggal dunia dikarenakan dalam keadaan kritis, dimana terjadi benturan keras di kepalanya karena sebelumnya ia mengalami hal itu akibat kecelakaan lalu-lintas dan saat itu diketahui pihak managemen rumahsakit dalam hal ini Kepala Bidang Pelayanan Medis, dr Risma SM Sinaga sudah dalam keadaan koma.

Sementara itu, bayi Duriati yang masih berusia 3 hari itu meninggal dunia di Lantai IV Ruangan Perinathologi dikarenakan penyumbatan saluran napas atau dengan bahasa kedokteran aspiksia. “Pihak kita sudah memberikan pertolongan seperti memberikan alat bantu tabung oksigen, dan dirinya meninggal dunia sekira pukul 13.30 Wib setelah listrik normal kembali,” jelasnya.

Ketika dipertanyakan apakah ada dampak meninggalnya pasien tersebut dikarenakan accident itu, Dewi menjelaskan ada. “Ada tapi sedikit,” bebernya. Namun hal tersebut disambung Juru Bicara (Jubir) Dirut RSU Dr Pirngadi Medan, drg Susyanto bahwa pihaknya sudah mencoba untuk mengevakuasi sejumlah pasien yang darurat.

“Sesudah accident terjadi, kita langsung menghubungi seluruh rumahsakit baik swasta maupun pemerintah agar mempersiapkan ruangan ICu untuk pasien kita, namun tidak ada sama sekali ruangan ICU rumahsakit yang kosong. Walaupun ada, namun di RS Herna dan sekali inap biayanya mencapai Rp 5 juta dan kita sudah mencoba menjelaskan kepada keluarga pasien untuk pindah, namun lantaran mereka pasien Askes, mereka tidak menyanggupinya karena tidak memiliki biaya,” timpal Susyanto.

Susyanto mengakui, akibat terjadinya accident yang tidak dinginkan, tim medis menunda pengoperasian sejumlah pasien. “Tadi yang kita jadwalkan untuk operasi hari ini sebanyak 8 pasien,” akunya.

Dengan accident seperti ini, Kepala Urusan Listrik, Irwansyah menuturkan, pihaknya akan melakukan upaya pembenahan seperti membuat jalur listrik tersendiri (khusus_red) untuk ruangan ICU, sebab ruangan tersebut ruangan yang dikategorikan darurat (emergency). “Ketika kejadian, saya sempat berpikir untuk membuat jalur listrik khusus menghubungi Ruangan ICU ke genset,” ujarnya.

Menurut Irwansyah, accident ini dikarenakan pemadaman listrik dari PLN dan dia katakan bahwa peristiwa itu terjadi ketika pergantian dari listrik PLN ke mesin genset, sehingga terjadinya trouble di meteran dan mengakibatkan korslet. “Sewaktu litsrik menyala sekira pukul 12.00 Wib, listrik kembali padam setelah 15 menit berikutnya dan listrik kembali normal sekira pukul 12.30 Wib,” tandasnya. (Budi)
Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*:
Email Anda*:
Website Anda:
Komentar Anda*:
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.
 
 

klickebrita @ all right reserved (2010) design by mimient van that